Menuju Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Pencanangan Kampung Literasi Komunitas Ngejah Sukawangi Singajaya Garut 25-26 November 2017

Sisi Lain (The Other Side of Metalism)
"Menuju Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan Pencanangan Kampung Literasi Komunitas Ngejah Sukawangi Singajaya Garut 25-26 November 2017"
https://www.youtube.com/channel/UCu3Moj3Nl7RPrk3or5GDQEwhttp://j.gs/9rot
Memusikalisasi cerita hidup dengan segala keresahan di dalamnya itu bukanlah keputusan serta merta. Bukan pula pilihan yang hanya berpijak pada standar agar gaya semata. Ada kesadaran sebagai buah pergulatan hati dan pemikiran, bahwa hidup adalah pilihan bahwa menjadi apa dan siapa pun adalah pilihan. Selamanya menawar pilihan.
Saat berkenalan dengan Abah Erza kami tau, kami sedang dibelajarkan untuk mengerti memilih. Bukan sekedar berani, bukan hanya perkara mengikuti kata hati. Lalu dalam rentang waktu yang kami lalui, ternyata ada banyak hal tak biasa yang kami temukan, kami kenali dan mulai jadi bagian perjalanan diri. Kami menamainya "Sisi Lain"
Kami tau pentingnya sekolah, kami rasai betul nikmatnya belajar bersosialisasi pada miniatur masarakat tersebut.. Tapi kemudian kami menolak dijajah, menolak hanya dijustifikasi tanpa dikenali latar belakang dan kepribadian. Kami menolak diskriminasi, menolak ketidak adilan cara pandang dan perlakuan. Lantas kami memusikalisasinya dan terciptalah lagu "School Revolution"..
Itu adalah sisi lain.
Kami insafi pentingnya proses berdasarkan kalsifikasi umur. Kami pun menikmati fase indah menjadi remaja yang polos dan manut pada semua yang seragam, pada semua yang asal kebanyakan. Lalu kemudian kami mulai gelisah. Diri kian sering dirundung pertanyaan.. "untuk berkarya, untuk mengeksplorasi ide, untuk bersuara. Kenapa harus menunggu dewasa, kenapa musti menunggu tua? ".. Lagu "Age Oriented (let's be old) pun lahir dari rahim rasa muak pada penjegalan kreativitas hanya karena UMUR!
Satu persatu orang bertanya.. Yang lain ikut bertanya.. "kalian ngapain? Kalian kenapa? Kalian mau jadi apa?"
Kami tak menemukan kesederhanaan pada pertanyaan-pertanyan umum itu. Sebaliknya kami rasai itu teramat pelik, bahkan untuk sekedar dijawab..
.. tiga tahun kami hampir gak punya teman. Tapi entahlah kami malah merasa menikmati hidup tanpa berpusing dengan 'interpensi' tanpa doktrin harus seperti si begini atau si begitu. Tahun-tahun itu adalah tahun dimana kami banyak membaca dan berdebat tentang berbagai hal. Tahun dimana kami mulai faham ternyata orang-orang lebih banyak yang menyeregamkan diri atau memaksa orang lain untuk sama tanpa mau repot mengerti apalagi berpeluh belajar memahami. Menghargai.
Membaca.. Sedikit kemudian tauu.
Membaca.. Baca.. Ditanya.. Dipertanyakan.. Baca lagi.
Membaca.. Baca-baca..
"
"
" Gerakan Indonesia Membaca " sebagai sebuah lagu pun tercipta. "Itu metal? Itu keras? Itu pencitraan? Itu kok gitu? Itu.. Hahaha lho?"Ini SISI LAIN.. Ini The Other Side of Metalism..
Baca..


EmoticonEmoticon